Berita Utama

Ir. Daniel Rohi, M.Eng.Sc.,
Kepala Baka Baru UK Petra
"BAKA Hendaknya Menjadi Mediator Positif dan Partner Kritis Mahasiswa"
Rabu, 14 Juli lalu, Daniel Rohi menerima jabatan sebagai kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan alumni (Ka-BAKA) baru yang sebelumnya dijabat Drs. Heri Saptono, M.Si. Daniel Rohi, alumnus UK PETRA dari jurusan Teknik Elektro yang kemudian melanjutkan pendidikan S2 di bidang Elektro dengan spesialisasi Power Quality di Universiti Putra Malaysia (UPM)-Selangor. Setelah meraih gelar Master di bidang elektro, pria kelahiran Atambua kabupaten Belu - NTT ini sempat menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebagai dosen di jurusan Teknik Elektro program bersama Universiti Putra Malaysia - College UNITI Negeri Sembilan Malaysia.
Sejak kecil, Daniel mengaku tertarik dengan bidang kelistrikan sehingga memutuskan memilih jurusan teknik elektro bahkan bercita-cita menjadi kepala PLN. Alasannya, "Rumah saya di Atambua-NTT dekat pembangkit Listrik-PLN. Suatu ketika, saya mendengar obrolan para pegawai PLN bahwa orang Timor jarang yang menjadi insinyur listrik dan itu menjadi motivasi saya untuk belajar elektro suatu hari kelak ha...ha...ha," akunya. Cita-cita tersebut masih disimpan hingga sekarang. "Siapa tahu, suatu saat nanti cita-cita itu terwujud," ungkap Daniel Rohi.
Kepulangan Daniel ke UKP, Januari lalu adalah ingin mengabdi pada alamamaternya di jurusan Teknik Elektro. Belum kesampaian malah ditunjuk menjadi kepala BAKA yang tidak diharapkan sebelumnya.
Penunjukan menjadi kepala BAKA ternyata memang sudah direncanakan. Ini terungkap dalam sambutan PR III pada acara serah terima. "Ketika mendengar Pak Daniel akan pulang, saya telah memikirkan untuk memposisikan beliau sebagai kepala BAKA," ujar Drs. Heri Saptono, M.Si. dalam sambutannya. Penunjukan pada posisi ini cukup beralasan karena Daniel memiliki pengalaman panjang dalam bidang kemahasiswaan dan segudang pengalaman memimpin organisasi kemahasiswaan.
Setelah selesai kuliah di jurusan Teknik Elektro, Daniel lebih tertarik menerima tawaran dari PR III kala itu yang dijabat Ir.Jones Syaranamual, M.Eng. untuk bekerja di BAKA ketimbang ajakan kawan-kawannya bekerja di kontraktor. Awalnya di BAKA beliau menangani bidang alumni. Mantan asisten lab Dasar di jurusan Teknik Elektro UKP yang menyiapkan segala konsep mengenai organisasi alumni akhirnya melahirkan Keluarga Alumni UK Petra. Pada 1996 melalui kongres pertama Alumni UK Petra, dalam kepengurusan Kanitra pertama beliau menduduki jabatan ketua bidang aksi dan partisipasi. Tahun berikutnya 1997, anak keluarga petani pasangan Djibrael Rohi dan Maria Padji ini, menjabat sebagai Kepala Bagian Pembinaan dan Pengembangan Kemahasiswaan di BAKA. Pada masa ini gejolak gerakan mahasiswa mencapai puncak karena maraknya demonstrasi mahasiswa menuntut reformasi. "Saat itu merupakan tahun-tahun yang paling indah dan penuh tantangan buat saya sebagai pembina dan pendamping mahasiswa," kenangnya, karena hampir setiap hari mendampingi mahasiswa UK Petra untuk berdemonstrasi menentang kekuasaan orde baru.
Selain karier di BAKA, berbagai pengalaman memimpin organisasi selama menjadi mahasiswa pernah disandangnya. Sebut saja Daniel pernah menjadi aktivis di pusat korohanian sebagai ketua Unit Kebaktian Universitas (UKU), turut mendirikan Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT) UK Petra. Terpilih sebagai Sekjend SMPT UK Petra (Semacam ketua BEM) yang pertama. Selain itu di organisasi ekstra, Daniel pernah menjadi Sekretaris dan Ketua Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (BPC-GMKI) Surabaya. "Keterlibatan dalam organisasi membuat saya memiliki wawasan luas mengenai persoalan gereja dan masyarakat. Serta kesempatan mengembangkan kepedulian dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain dari berbagai kalangan. Ini pengalaman berharga yang tidak saya peroleh jika hanya menekuni kuliah saja. Karena terlampau aktif, saya lebih fasih di dalam persoalan analisis sosial dibandingkan dengan menguasai analisis sistem tenaga listrik ha..ha..ha..., " kenangnya. Lebih lanjut Daniel secara bergurau mengatakan, " Mungkin saya menjadi kepala BAKA karena saya aktivis bukan karena Master di Bidang Elektro".
Mengenai tugasnya yang baru, mantan kontributor Harian Radar Surabaya di Kuala Lumpur berharap, “BAKA ke depan, mau atau tidak, harus kembali merumuskan peran dan fungsinya secara tepat guna dalam merespon perubahan ekternal melalui memperkuat kinerja internal.”
Selain menjalankan fungsi admistratif BAKA yang menjadi tugas pokoknya, ayah Zefanya Israeliana ini menandaskan, “BAKA hendaknya menjadi mediator positif dalam dialog untuk menjembatani kepentingan universitas dan tuntutan mahasiswa di lain pihak. Dalam berdialog dengan mahasiswa, BAKA harus menjadi partner kritis bagi mahasiswa untuk melahirkan ide-ide bagi pengembangan kehidupan kemahasiswaan.”
Berkaitan dengan itu, pengagum Dr. Johanes Leimena ini menandaskan, "BAKA senantiasa memposisikan diri sebagai pendamping yang berperan sebagai fasilitator, dinamisator serta motivator bagi pemberdayaan kegiatan kemahasiswaan dan organisasi kemahasiswaan. Bagaimanapun Lembaga Kemahasiswaan adalah wahana yang efektif untuk melahirkan kader-kader pemimpin gereja, masayarakat, bangsa di masa depan.”
Semua harapan tersebut dapat terlaksana, menurut suami Eva Juliana ini menggaris bawahi bahwa, “Secara internal BAKA akan melakukan konsolidasi organisasi untuk membangun kebersamaan, keakraban dan suasana kerja yang kondusif. Ini menjadi prioritas untuk dilakukan diantara staf BAKA. Setiap staf perlu memahami bahwa BAKA merupakan tempat di mana Tuhan menempatkan setiap kita untuk mewujudkan panggilan-Nya. Kalau kesadaran itu terbangun, dengan sendirinya prioritas BAKA untuk mewujudkan peningkatan kualitas pelayanan, peningkatan layanan pendampingan mahasiwa, pengembangan sistem informasi yang efektif dan sosialisasi fungsi dan layanan BAKA keluar dijamin pasti terlaksana dengan baik.”
BAKA adalah biro yang lingkup pergaulannya adalah mahasiswa. Apa pandangan anda tentang mahasiswa UKP saat ini?
Pada dasarnya, mahasiswa UKP terbagi atas 3 golongan, yakni golongan pertama mereka yang hanya menumpukan perhatian untuk belajar dan menekuni disiplin ilmu yang digeluti alias "kutu buku". Kelompok kedua, mereka yang lebih bersikap pasif serta hura-hura sekedar datang kuliah dan bergaya-gaya atau hal-hal yang rekreatif sifatnya dan yang terakkhir adalah mereka yang tidak saja kuliah tetapi juga memberikan waktu dan perhatian untuk aktif dalam kegiatan kemahasiswaan kelompok inilah yang disebut aktivis. Tugas kita semua adalah untuk mendorong mahasiswa menjadi seorang aktivis, sehingga selesai kuliah, mahasiswa menjadi pribadi yang utuh, bisa memimpin dan juga dapat mengaplikasikan ilmunya dengan baik serta memiliki kepedulian terhadap persoalan-persoalan sosial -kemasyarakatan.
Saran anda kepada mahasiswa agar dapat menjadi mahasiswa dengan kepribadian utuh?
Gunakan waktu selama menjadi mahasiswa di UKP kesempatan untuk belajar banyak hal terbuka luas. Fasilitas di kampus ini banyak, manfaatkanlah dengan baik. Bukan hanya akademik saja, tapi juga non akademik. Kehidupan terlalu luas untuk itu jangan hanya dibatasi pada hal-hal yang akademis semata Bagi para dosen, saya menyarankan agar tidak mendorong para mahasiswa untuk kuliah saja, melainkan memotivasi mahasiswa untuk aktif mengikuti kegiatan di lembaga kemahasiswaan sebagai bagian penting dari proses pendidikan secara terintegral.
Menurut anda, bagaimana kiprah alumni UKP?
Selama ini alumni kita cukup baik. Mereka memiliki potensi besar di tempat mereka bekerja dan mereka adalah duta universitas yang dapat memberikan image baik atau buruk universitas di mata masyarakat. Saya berharap agar alumni kita lebih proaktif dalam memberi feedback bagi kemajuan almamater. Feedback bisa berupa informasi tentang masih relevankah pendidikan di UKP terhadap tantangan di dunia kerja saat ini. Selain itu, kalau boleh bagi alumni yang telah mapan sedapat mungkin memberikan bantuan beasiswa kepada adik-adik mereka yang masih kulian di UK Petra.
Visi anda sebagai kepala BAKA?
Saya berharap BAKA menjadi biro yang terbaik didalam memberikan layanan administrasi yang kepada mahasiwa dan memposisikan diri sebagai mediator positif dan partner kritis bagi mahasiswa untuk melahirkan ide-ide bagi pengembangan kehidupan kemahasiswaan.
Dilaporkan oleh Iman
Editorial
Datang dan pergi. 2 kata kerja yang mewarnai kehidupan. Demikian pula dengan kedatangan mahasiswa baru di kampus UK Petra. Selamat datang!
Selamat juga untuk Ir. Daniel Rohi, M.Eng.Sc. menjabat Kepala Baka UKP yang baru!
Datang dan pergi. Pasti ada di kehidupan kita. Orang baru datang menggantikan yang lama. Bayi muncul mengisi dunia, menggantikan mereka yang harus berpulang ke Bapa Sorgawi.
Datang dan pergi. Tidak ada yang aneh. Keanehan terjadi tatkala kedatangan kita tidak membawa makna. Kepergian kita juga tidak meninggalkan makna. Tatkdan pergi’ sebagai sesuatu yang biasa, itulah keanehan. Sebab kehidupan tanpa makna adalah kematian.
Renungan
Kedaulatan Allah
Kita semua tentu mengakui kedaulatan Allah dalam taraf tertentu. Bila kita meneliti lebih dalam,
ternyata pengakuan akan kedaulatan Allah bukan pengakuan kedaulatan. Karena kalau kita
percaya kedaulatan Allah, berarti kita percaya sesuatu yang sangat mutlak, absolut.
Allah berdaulat bukan hanya terhadap hal-hal makro tetapi juga hal-hal kecil. Kedaulatan
Allah hadir di dalam setiap detil kehidupan kita. Mungkin kita pernah berkata, “Ini kebetulan.”
Di dalam kamus Allah, tidak ada istilah 'kebetulan' karena setiap detil berada di dalam kedaulatan
Allah.
lanjutan...