Seputar

P3K MABA UK PETRA ADAKAN BAKSOS

Foto BakSos P3KMABA 2004

Minggu, 25 Juli, panitia P3K MABA UKP (Program Pengenalan dan Pengarahan Kreatifitas Mahasiswa Baru) mengadakan bakti sosial (baksos). Kegiatan baksos yang merupakan aksi kepedulian tersebut dibagi menjadi 3. Baksos pasar murah di lapangan Anta, baksos kesehatan di gedung T lt.1. Baksos bersih-bersih dan plesterisasi diadakan di depan kantor kecamatan Siwalankerto dan sepanjang Jl. Siwalankerto Timur I.

Baksos ini ditujukan kepada warga Siwalankerto di sekitar UKP yang kurang mampu. Tujuan baksos menurut ketua 1 P3K MABA, Donald Hun, “Diadakannya baksos untuk melatih mentalitas mahasiswa baru untuk ikut peduli terhadap keadaan warga dan lingkungan di sekitar UKP.” Acara ini melibatkan 233 mahasiswa baru yang telah dipilih para pembinanya. Mahasiswa baru lainnya yang tidak ikut terlibat, diajak menonton film tentang kondisi Siwalankerto di teater gedung T.

Baksos paling meriah nampak di acara pasar murah yang menjual berbagai kebutuhan pokok seperti gula, beras, kecap, minyak goreng dengan harga miring. Beras yang di pasaran mencapai Rp 3.000/kg tapi di baksos hanya dijual Rp 1.500/kg. Gula yang biasanya dijual dengan harga Rp 4.000/kg, lewat baksos dijual Rp 2.000/kg. “Barang-barang ini merupakan hasil sumbangan sukarela dari mahasiswa baru, ” ujar Bobby, koordinator pasar murah. Hasil penjualan pasar murah digunakan untuk membiayai kegiatan baksos lain, seperti pengobatan gratis, bersih-bersih dan plesterisasi jalan.

Acara baksos ini dikoordinasikan dengan BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) yang membantu sosialisasi kepada warga Siwalankerto yang kurang mampu. Tentang keantusiasan mahasiswa baru, Bobby mengatakan, “Mereka sangat antusias sekali. Tidak ada yang mengeluh. Kegiatan ini bisa dijadikan pelajaran dan untuk melatih kepedulian terhadap keadaan warga kurang mampu di Siwalankerto. Meskipun berlatar belakang dari keluarga mampu tapi mereka tetap tidak boleh mengabaikan keadaan di sekitarnya.”

Tentang pengobatan gratis Ivony, koordinator pengobatan gratis mengatakan, “Acara ini telah kami sosialisasikan kepada sekitar 110 warga pada 37 RT di Siwalankerto yang kurang mampu. Mereka diberi kesempatan untuk memeriksakan kesehatan tanpa dipungut biaya, mulai dari pemeriksaan hingga obat. Semuanya bisa mereka peroleh dengan gratis.” Untuk dokter disediakan 4 dokter yang berasal dari Malang dan Yayasan Pelita Kasih. “Ada 2 dokter dari Malang, dr. Yuliana dan dr. Maria Magdalena. Sedangkan dari Yayasan Pelita Kasih, ada 2 dokter juga tapi yang satu untuk bagian apotek,” ujar Ivony.

Sementara itu dari kegiatan bersih-bersih dan plesterisasi, Donald Hun memaparkan “Di sepanjang jalan Siwalankerto Timur I dan depan kantor kecamatan, Maba melakukan bersih-bersih dan pengecatan pohon. Sedangkan kegiatan di dekat rel KA Siwalankerto, mereka mengadakan plesterisasi yaitu pembuatan dan perbaikan jalan yang rusak.”

Untuk plesterisasi, Maba tidak bekerja sendirian tapi dibantu oleh para pekerja yang bertugas untuk memplester jalan. MABA hanya diberi tugas untuk mengaduk semen.

Dilaporkan oleh Iman

 

Petra Business Forum
Bahas Prospek Bisnis Shopping Center

Foto Heru Nasution Direktur Supermall Karawaci di Jakarta

Bertempat di JW MARRIOTT HOTEL Surabaya, Petra Business Forum (PBF) mengadakan pertemuan bulanan. PBF adalah suatu forum bisnis yang diikuti berbagai kalangan pengusaha yang menginginkan info terbaru di bidang bisnis. Melalui PBF, mereka mengadakan pertemuan untuk membahas hal-hal yang aktual di bidang bisnis tentunya. Pada pertemuan Juli ini, membahas tema "Retail Success Factor: Mengulas Prospek Bisnis Shopping Center & Perilaku Belanja Konsumen di Surabaya dan Jakarta".

Pertemuan diawali dengan penjelasan Dekan Fak. Ekonomi UKP, Drs. Devie, Ak. tentang asosiasi para pelaku dunia shopping. "Dalam dunia shopping, ada 3 pelaku yang saling berhubungan. Ketiga pelaku tersebut antara lain shopper, retailer, supplier. Mereka bertemu di suatu tempat yang dinamakan mall," ujar Devie. Devie lantas menambahkan "Pengelola mall juga punya asosiasi sendiri. Dari keempat asosiasi tersebut pada dasarnya punya tugas yang sama. Mereka sama-sama melindungi hak-hak mereka yang bergabung dalam asosiasi tersebut. Jadi kalau nantinya ada suatu ketidakpuasan dari salah satu pelaku dunia shopping, yang berantem ya antar asosiasinya."

Asosiasi dari para pelaku dunia shopping antara lain APRINDO (Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia) - asosiasinya retailer, APPPMI (Asosiasi Perusahaan Pemasok Pasar Modern Indonesia) - asosiasinya suplier, APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) - asosiasinya pengusaha mall dan bagi konsumen juga punya asosiasi sendiri YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia).

Lebih lanjut kata Devie, "Menurut hasil riset yang ada, 3 besar kota termahal di dunia yaitu Tokyo, Seoul, Jakarta. Jakarta, ibukota negara kita masuk di urutan yang ke-3 kota termahal di dunia. Itu dinilai dari tingkat kemahalan harga barang-barang yang dijual di Jakarta." Dari riset itu, tidak seharusnya negara kita berada dalam kategori miskin, mengingat harga barang yang dijual mencerminkan daya belinya. Kalau di suatu tempat, harga barang yang dijual cukup mahal berarti secara tidak langsung konsumennya mampu. Riset itu sendiri sebenarnya tidak sesuai dengan PDRB daerah. Menurut hasil riset PDRB tertinggi dipegang oleh Kaltim. Itu berarti Kaltim adalah daerah terkaya di Indonesia. Karena Jakarta adalah ibu kota negara dan merupakan kota metropolis, maka harga barang yang dijual cukup mahal. Didukung juga banyaknya retailer yang berdiri disana. "Perlu diketahui bahwa jumlah retailer yang ada di Jakarta saat ini ada sekitar 69% dari total 2.354 retailer di Indonesia. Sangat banyak bukan?" papar Devie.

Maraknya retailer di Indonesia, masih menurut Devie, disebabkan oleh kenaikan yang cukup berarti untuk penjualan tahun 2000-2002. Diprediksikan tahun 2004 akan naik lagi, mengingat makin banyak kompetitor berarti makin ketatnya persaingan untuk menarik minat dari konsumen.

Setelah Devie mengutarakan tentang maraknya retailer di Indonesia dari sisi risetnya, selanjutnya Heru Nasution, MBA, ASM menyampaikan perilaku pasar dalam mendukung suksesnya shopping center.

Heru Nasution yang juga Direktur Supermall Karawaci di Jakarta mengemukakan bahwa shopping center masih merupakan segmen bisnis yang atraktif. Para pelaku di dunia bisnis ini saling berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. Caranya? "Perubahan. Lewat perubahan dari para pelaku bisnis ini yang menyebabkan bisnis masih dikatakan atraktif," timpal Heru, "Perubahan dalam segala hal temasuk investment valuenya." Memang dengan perubahan yang radikal itu akan menyebabkan nilai balik modalnya menjadi lebih lama, karena masih harus diadaptasikan. Tapi dari perubahan yang kita lakukan itu nantinya pasti membawa dampak akan kenaikan penjualan di mall yang Anda miliki," sahut Heru.

Banyaknya mall yang berdiri di Indonesia juga menyebabkan persaingan bisnis bidang shopping center ini menjadi semakin ketat. Semua pengusaha berlomba-lomba agar mallnya menjadi mall yang paling sering dikunjungi, paling laris. "Banyaknya mall ini sebenarnya yang menyebabkan profil konsumen berubah. Saat ini konsumen menginginkan segalanya ada di setiap waktu dan tempat. Jadi tidak ada lagi yang namanya fanatisme terhadap suatu tempat perbelanjaan. Konsumen kita saat ini juga lebih cermat dalam memilih harga. Bukan asal barangnya bagus saja tapi kalau ada yang lebih murah, maka itu yang akan mereka ambil," timpal Heru.

Lantas apa yang dibutuhkan agar para pengusaha mall nantinya tidak ketinggalan dengan persaingan yang terjadi saat ini? "Positioning atau repositioning, inovasi atau keunikan, serta resource (knowledge and people). Pengusah mall harus berani memposisikan dirinya dengan baik atau bahkan merubah posisi dirinya. Inovasi Anda untuk mengembangkan mall agar menjadi semakin nyaman untuk dihadiri orang lebih lama," ujar Heru. Inovasi yang dimaksud di sini adalah bagaimana kita mendesain mall dengan memanfaatkan segala sesuatu yang baru dan itu membuat mall menjadi lebih atraktif. "Perhatikan selera pasar. Bagaimana maunya pasar tentang mall ini," ujar Heru.

Heru juga menunjukkan foto-foto mall yang ada di USA. Bentuk mall di sana sudah sangat atraktif. Ada yang rollercoster-nya mampu menembus bangunan mall dari dalam ke luar. Lantas ada yang langit-langit di dalam mall yang dibuat seperti aslinya saat kita melihat awan. Hal itu menyebabkan seseorang mempunyai suasana baru saat berada di mall. Sehingga mereka bisa bertahan cukup lama di dalam mall dan uang dibelanjakan, yang berarti pemasukkan untuk mall tersebut.

"Kalau hal tersebut dilakukan di Indonesia, pengusaha mall harus selektif dalam memilih pangsa pasar yang akan digarap. Pasar yang digarap tentu kalangan menengah ke atas, karena dengan jenis inovasi mall yang gila itu berarti biaya sewa lahan di mall cukup mahal," ujar Heru.

Pangsa pasar yang sangat bagus untuk dunia mall ini adalah mahasiswa. "Mereka adalah pangsa pasar yang perlu ditekuni," ujar Heru. Bayangkan saja dari riset terhadap mahasiswa UKP, Tunjungan Plaza (TP) menjadi mall favorit mahasiswa. 59 % responden mengunjungi TP dengan frekuensi 3,89 kali sebulan. Jembatan Merah Plaza dan THR adalah mall yang perlu banyak perbaikan, entah itu AC, bangunan maupun orientasi ruangnya. Dari survei terhadap mahsiswa UKP itu dapat disimpulkan bahwa malll harus dibuat senyaman dan seefisien mungkin bagi pengunjung mall.

Masih menurut survei terhadap mahasiswa UKP, mall yang ideal bagi mereka adalah yang parkirnya luas, akses lancar, dan jenis toko di dalam mall bervariasi. "Dari situ pengusaha mall harus berani berinovasi untuk mencapai pasar yang banyak," ujar direktur Supermall Karawaci Jakarta.

Dilaporkan oleh Iman

 

Peran Dan Tanggung Jawab Dosen Di Perguruan Tinggi Kristen

Dosen di UKP harus memiliki motivasi dalam mengajar. Memiliki motivasi dan arah tujuan yang jelas maka bentuk pengajaran yang diberikan akan semakin nyata. Lantas apa yang harus jelas di UKP ini? “Iman Kristen harus jelas, itu yang terpenting! Semua bentuk pengajaran yang diberikan oleh dosen harus bersandarkan Yesus Kristus, karena Dia sumber dari ilmu pengetahuan yang ada,” ujar Sutjipto Subeno, S.Th., gembala sidang GRI Manyar.

Sutjipto menambahkan, “UU Sisdiknas sudah jelas, bahwa pendidikan di Indonesia adalah pendidikan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, jelas itu! Sehingga kalau diterapkan di UKP maka iman dan agama kristen harus jadi prioritas utama!”

“Dosen itu yang penting kualitasnya, jangan hanya dilihat gelar saja lantas imannya bobrok. Percuma kalau seperti itu yang dipertahankan maka siap-siaplah untuk hancur. Tempatkan kualitas dosen di atas gelar kesarjanaannya,” ujar Sutjipto. Masih menurut Sutjipto, UKP sebagai PT yang berlatar belakang Kristiani masih belum nampak dalam mewujudkan iman Kristiani di kampusnya. Sutjipto menyatakan UKP mesti segera berubah mulai dari dasar dan sektor pertama yang digarap adalah dosen.

Lantas apa sebenarnya tanggung jawab dosen? Tanggung jawab dosen bukan karena uang semata. “Kalau tanggung jawabnya berorientasi uang, citra UKP bisa rusak,” timpal Sutjipto. Menurut Sutjipto, dosen harus menyadari bahwa dirinya menjadi dosen karena merupakan panggilan Tuhan.

Untuk lebih memperjelas tanggung jawab dosen di PT Kristen, DMU mengadakan seminar “Peran dan Tanggung Jawab Dosen di PT Kristen” yang diadakan DMU, 22 Juli lalu menghadirkan Sutjipto Subeno, S.Th. dan Dr. Sijabat.

“Orang sering bertanya mengapa dosen di PT Kristen harus Kristen? Mereka yang berpikiran sempit mendengar kata ini bisa berbahaya. Pada dasarnya mayoritas dosen di PT Kristen beragama Kristen. Tapi tidak menutup dosen non-Kristen untuk mengajar. Tujuannya agar dosen-dosen kristen dapat menerapkan iman kristiani pada mahasiswa,” tutur Sutjipto.

4 DASAR PARADIGMA PENDIDIKAN KRISTEN

Paradigma pendidikan Kristen saat ini bergantung pada 4 dasar. Yaitu, God Centered Education, Integratif Education, Moral Education, Visionary Education.

God centered education memiliki arti pendidikan harus berubah pada edukasi yang berpusat ke Allah. Segala tindakan dari seluruh jajaran harus berlandaskan pada ajaran Tuhan.

Integratif education bermakna tatanan ilmu yang ada harus dibangun dengan benar. Pada dasarnya, kebenaran yang sejati ialah kebenaran yang menembus ruang dan waktu.

Sedangkan moral education bermakna bahwa mengajar berarti mendidik manusia seutuhnya dan merubah perilaku buruk manusia. Tetapi sistem pendidikan modern saat ini tidak mendukungnya. Pendidikan moral malah dilepaskan begitu saja, dengan kata lain mereka tidak lagi menyentuh atau mengurusi pengajaran moral ini. Sehingga bisa menghasilkan hasil yang buruk. Pendidik harus memiliki moralitas dan integritas yang tinggi.

Dasar terakhir, visionary education. Visi pengajar harus jelas. Pengajar harus mengarahkan anak didiknya ke jalan yang benar.

Dilihat dari sisi dosen sebagai pengajar, Dr. Sijabat menjelaskan bahwa faktor ekonomi mempengaruhi kinerja dosen. “Tak munafik kita katakan jika gaji dosen kecil, maka dosen kurang bersemangat mengajar,” ucap Sijabat.

“Mahasiswa dikirim ke UKP untuk belajar. Keluarganya memiliki harapan besar terhadap UKP selaku lembaga pendidik. Masyarakat juga punya pandangan beragam terhadap calon akademis dari UKP ini. Masyarakat berharap agar lulusan UKP berguna di tengah-tengah mereka,” ujar Rektor Sekolah Tinggi Theologi Tiranus Bandung ini.

Agar PT dapat eksis dan menghasilkan mahasiswa yang baik, Sijabat memberikan solusi pilihan antara metafora produksi, bengkel dan perjalanan.

“Dalam metafora produksi, PT berperan sebagai pabrik, yang intinya mencetak mahasiswa sebagai sarjana. Agar input dan output dapat seimbang, harus melalui proses yang baik. Konsekuensinya, jika menerapkan sistem ini maka sisi kerohanian dalam pendidikan bisa dikesampingkan demi mencapai jumlah input. Jika tidak menerapkan sistem ini, pertanyaannya, apakah PT bisa eksis, darimana dapat uangnya?” papar Sijabat.

Sementara metafora produksi menitikberatkan pada keakraban antar dosen dan mahasiswa. Mahasiswa bisa menganggap dosen sebagai partner. Sistem ini dapat dijalankan dengan bentuk mentor. Tapi dengan jumlah mahasiswa UKP yang banyak, apakah dapat menerapkan sistem ini?

Dalam metafora bengkel, dosen sebagai montir yang baik terhadap segala kekurangan mahasiswa.

“Mana yang anda pilih? Pikirkan sendiri keuntungan dan kelebihannya,” ujar Sijabat.

Menurut Sijabat, peran dan tanggung jawab dosen bukan faktor utama dalam menentukan keberhasilan kinerja PT, tapi perannya ikut menentukan. “Karenanya, sebagai dosen hendaknya senantiasa memahami betapa pentingnya diri dan pekerjaan dalam rencana Allah. Dosen harus tumbuh dalam keyakinan metafisis, dengan belajar mengenal Allah, memahami keunikan manusia, memahami pengetahuan dan kebenaran dari sudut iman. Juga berkembang dalam aspek nilai hidup, moral, keindahan (aksiologis),” timpal Sijabat yang memperoleh gelar Doktor pendidikan kristiani.

Dalam pengajarannya, dosen wajib menanamkan pengaruh moral dan etis kepada mahasiswanya, meski bukan mengajar agama tetapi lewat etika pembelajarannya, kehadiran Allah dapat dirasakan mahasiswa.

Dilaporkan oleh Iman

 

DEPUTI BI Berikan Kuliah Umum di UKP

Foto DEPUTI BI

Siang itu sekitar pk 14, UK PETRA mendapatkan tamu istimewa, Bun Bunan E. J. Hutapea, Deputi gubernur Bank Indonesia (BI) sebagai pembicara tamu kuliah umum Fak. Ekonomi jurusan Manajemen Pemasaran. Kuliah umum yang mengambil tema “BI menyikapi fluktuasi nilai tukar rupiah dan money laundry” ini diadakan di T503. Peter Remy Yosy Pasla, S.E., M.Bus, ketua jurusan Manajemen Pemasaran bertindak selaku moderator.

Suasana kuliah umum sendiri sangat hangat, meskipun penyejuk ruangan di T503 sanggt dingin, namun joke-joke segar yang dilancarkan Bun Bunan Hutapea cukup membuat suasana ruangan menjadi hangat. “Pak Remy, dari tadi saya tengok kiri-kanan kok banyak cewek cantik-cantik, mereka itu mahasiswa atau artis?” ujar Bun Bunan yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan riuh peserta kuliah umum.

Pada awal kuliah, Bun Bunan mengatakan tugas utama BI sebagai bank sentral Indonesia ialah menjaga kestabilan nilai tukar rupiah yang mempengaruhi kinerja ekonomi negara. Lebih lanjut Bun Bunan mengatakan, “Dalam 3 tahun terakhir kinerja ekonomi negara ini mengalami perbaikan. Itu nampak sejak akhir krisis 1998 hingga 2003. Jelas sekali bahwa perekonomian Indonesia tumbuh sekitar 4-5%.”

Kestabilan ekonomi negara dapat diukur dengan indikator makro ekonomi moneter. Hal yang diukur ialah tingkat inflasi, suku bunga deposito BI, nilai tukar rupiah, pengendalian uang primer, serta peningkatan PDB.

Akhir-akhir ini nampak bahwa nilai tukar rupiah bergerak tak teratur. Penyebab volatilitas nilai tukar ialah kondisi politik yang belum stabil. “Saat negara kita dalam masa-masa menjelang PEMILU, rupiah bergerak naik turun tak tentu. Pasar masih ragu apakah PEMILU dapat berjalan dengan aman dan lancar atau tidak. Ditambah lagi peristiwa Poso. Semua rentetan kejadian di bidang politik dan keamanan itu yang menyebabkan nilai tukar rupiah kita bergejolak. Tapi lihat ketika PEMILU usai, nilai rupiah mulai bergerak naik, dan pergerakannya selalu stabil dari hari ke hari,” ujar Bun Bunan.

Bun Bunan juga mengatakan bahwa untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, BI mempunyai beberapa kebijakan. Kebijakan yang sekiranya diterapkan Juni 2004 kemarin berupa paket kebijakan untuk menguatkan nilai tukar rupiah dan FTSBI (Fasilitas Surat Berharga Bank Indonesia). Dari kebijakan yang telah diterapkan pada bulan Juni tersebut nampak adanya perubahan nilai tukar rupiah yang condong untuk menguat dari hari kehari.

Mengenai pencucian uang yang biasa disebut dengan Money Laundry, Bun Bunan menjelaskan hal tersebut merupakan tindak pidana kejahatan. Ada undang-undang yang mengatur tindak kejahatan tentang pencucian uang tersebut (UU No.15 Th. 2002 yang disesuaikan dengan UU No.25 Th. 2003). Money Laundry menurut UU berarti perbuatan menempatkan, transfer, belanja, hibah, membawa uang ke LN, yang diduga merupakan hasil tindak pidana. Kejahatan money laundry bisa berkembang pesat dikarenakan maraknya teknologi informasi(TI) milik perbankan. Melalui TI, kita bisa melakukan aktifitas perbankan lewat dunia maya (Internet). “Bank juga sangat rentan dengan tindak kejahatan ini. Bahkan bank sangat dekat keterlibatannya dengan money laundry," sahut Bun Bunan.

Untuk mencegah merebaknya kejahatan kera putih ini, BI mengeluarkan kebijakan dimana bank-bank di Indonesia wajib memeriksa laporan transaksi keuangan nasabahnya. “Bank harus punya kecurigaan apabila terjadi transaksi yang tak lazim jumlahnya. Misal, pada hari-hari biasa nasabah mengadakan transaksi dengan jumlah di bawah 50 juta. Suatu ketika nasabah bertransaksi senilai 100 juta lebih. Bank wajib curiga apakah benar ia yang bertransaksi atau hanya rekeningnya saja yang dimanfaatkan,” ujar Bun Bunan. Maraknya BPR (Bank Perkreditan Rakyat) yang berdiri di Indonesia, Bun Bunan juga mengatakan adanya indikasi kejahatan pencucian uang lewat BPR. Sebagai pencegahnya, Bun Bunan mengatakan, “Saat BPR menerima uang di atas 100 Juta, mereka wajib menyelidiki darimana uang yang ada.”

Tidak adanya UU penyalahgunaan informasi lewat internet menyebabkan Internet Banking menjadi gampang dimanfaatkan sebagai sarana kejahatan. Sebagai langkah antisipatif, BI menerapkan prinsip KYC yang berisi bank harus tahu identitas nasabah dengan jelas, karakteristik rekening nasabah, serta melaporkan jika ada kecurigaan tehadap karakteristik rekening nasabah.

Dilaporkan oleh Iman

 

Data Kebutuhan Pegawai Yang Dapat Dipenuhi Melalui Mutasi Internal

No Unit Kebutuhan Kualifikasi
1 Pusat Komputer Divisi Jaringan Menguasai:
- Bahasa pemrograman Shell scripting (bash,
perl), C, php.
- Sistem operasi Windows XP/2000,
2003, Linux, FreeBSD.
- Aplikasi Jaringan Subnetting, PC, router,
linux advanced routing,
postfix.squid, mysql,
apache, network
management system.
- Peralatan Jaringan Cabling, termination,
cable continuity testing.
2 Pusat Komputer Divisi Pengembangan Software Menguasai:
- Programming Language * Windows base : Delphi 5.0, Visual Basic 6.0, lebih disukai yang menguasai platform. Net
* Web base : Asp,HTML, Java script,VB Script, XML
- Database * Microsoft SQL Server 97/2000
Enterprise Edition
* Microsoft Access 2000
* Foxpro
* Database connectivity : ODBC, ADO
* SQL language
- Operating System & Server Component * Microsoft Windows 2000 server,
Microsoft Windows 2003 server.
* IIS
- Pengetahuan Dasar * Database
* Client server
* Internet
* Networking
* Lebih disukai yang menguasai web desain
3 LPPM Sekretaris - Mampu berbahasa Inggris dengan baik
- Minimal mampu membuat surat dan proposal
dalam bahasa Inggris
- Memahami dan dapat melaksanakan tugas-
tugas sekretaris, anggaran, laporan keuangan
- Mampu mengoperasikan MS Word dan MS Excel

 

Data Pegawai Yang Mengikuti Mutasi Internal

No SK NIP Nama Dari Unit Ke Unit Per TGL
012/KEPT/UKP/2004 93-005 Hery Widyanarko Yo'eli BAKA Prog. Manj. Pemasaran 3 Februari 2004
069/KEPT/UKP/2004 02-014 Pratjoyo Kushandoko, A.Md. Jur. Ilmu Komunikasi BAA 16 Februari 2004
194/KEPT/UKP/2004 02-048 Widjaja Tomi Christianto, SH. BAUK Jur. Teknik Sipil 1 April 2004
226/KEPT/UKP/2004 93-011 Debora Arruan BAKA Jur. Ilmu Komunikasi 24 Mei 2004
227/KEPT/UKP/2004 00-006 Christin Ester, S.Kom. BAA BAKA 24 Mei 2004
228/KEPT/UKP/2004 03-036 Floreance Sahertian, S.S. IBM Jur. Sastra Inggris 1 Juni 2004
234/KEPT/UKP/2004 95-037 Suksmoadji, S.E. BAUK Pusat Kerohanian 1 Juni 2004

 

Berita Duka

Telah berpulang ke rumah Bapa Surgawi:

Ayah Kandung dari Sdr. I Ketut Bagiartha (Staf LPPM)
Kamis, 15 Juli 2004
Di Singaraja, Bali.

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman"
(2 Timotius 4:7)

Segenap sivitas Universitas Kristen Petra turut berdukacita atas berpulangnya anggota keluarga yang dikashi. Tuhan Yesus selalu memberikan penyertaan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan.