Berita Utama

COMMUNITY OUTREACH PROGRAM
[ C O P ]
12 Juli - 09 Agustus 2004 di Kediri, Jawa Timur
“KOREA SUGUHKAN ALUNAN MUSIK SAMULNORI”
Opening Ceremony COP 2004 yang ke-12 secara langsung diresmikan oleh Rektor UK Petra Ir. Paul Nugraha, M.Eng., M.Sc., Sabtu 10 Juli 2004 di gedung W, RK IV UKP pukul 09.45 dengan diikuti peserta dari empat universitas luar negeri. Keempat universitas tersebut ialah Dongseo University dari Pusan Korea Selatan yang sudah mengikuti program ini sebanyak 8 kali sejak bergabung pada tahun 1996, Hongkong Baptist University dari Hongkong, InHolland University dari Belanda, dan International Christian University dari Jepang yang merupakan negara terbaru dalam mengikuti COP 2004 di Kediri, Jawa Timur.
COP yang diadakan 12 Juli - 9 Agustus ini diikuti 122 mahasiswa yang terdiri dari 54 mahasiswa UKP, 30 mahasiswa Dongseo University, 29 mahasiswa InHolland University, 7 mahasiswa Hongkong Baptist University, dan ditambah dengan 2 peserta dari International Christian University Jepang. Seluruh mahasiswa akan disebar ke 4 desa di Kediri yaitu Parang, Tiron, Kalipang dan Jatirejo dengan wilayah kerja yang terbagi menjadi 8 kelompok di masing-masing dusun yakni, Kopen, Kaligayam, Ngesong, Parang, Goliman, Kalibogo, Kalimas, dan Gondangrejo.
Opening Ceremony COP 2004 ini dimeriahkan dengan suguhan yang luar biasa dari mahasiswa Dongseo University dengan menampilkan alunan musik khas Korea Selatan berjudul Samulnori. Menurut legendanya, kata Hak Su Byun, mahasiswa Dongseo, digunakan masyarakat petani pada zaman dahulu untuk memperoleh berkah dalam setiap panen. Mahasiswa Korea juga menyanyikan lagu "Di Sini Senang Di Sana Senang" yang dibawakan 30 mahasiswa dalam bahasa Indonesia, sedangkan dari Hongkong menampilkan tari-tarian dan presentasi tentang Hongkong.
Kedatangan peserta COP tanggal 12 Juli lalu diterima langsung oleh Asisten Tata Praja Kediri Drs. H. Baedowi yang mewakili Bupati Kediri. Dalam acara yang berlangsung di pendopo kota Kediri ini juga ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara UK Petra yang diwakili Pembantu Rektor I, Ir. Jones Syaranamual M. Eng dan Pemkab Kediri. Dalam sambutannya, Drs. H. Baedowi mengatakan, Pemkab Kediri menyambut positif kerjasama ini. "Kegiatan seperti ini bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat desa di Kediri," ungkapnya.
Pelaksanaan COP kali ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan proyek air bersih, bekerjasama dengan SIMAVI sebuah LSM dari Belanda yang bergerak dibidang kesehatan masyarakat. Proyek ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang kekurangan air bersih di Kabupaten Kediri. Tepatnya dilaksanakan di Dusun Kalibago, Desa Kalipang Kecamatan Grogol.
COP yang diselenggarakan oleh UKP merupakan bagian dari kegiatan service learning. Program service learning dewasa ini tengah populer di beberapa kawasan dunia, dipelopori oleh International Partnership for Service Learning (IPSL) yaitu suatu organisasi nirlaba yang bermarkas di New York AS. UKP selaku Local Chapter dari IPSL untuk wilayah Indonesia melaksanakan program tersebut melalui COP yang pelaksanaannya difokuskan pada pembangunan pedesaan (rural development). COP sendiri memberikan edukasi kepada para mahasiswa untuk mengidentifikasi dan membantu mengatasi kebutuhan masyarakat akan ilmu pengetahuan, teknologi dan sumber daya lainnya sehingga pengembangan masyarakat dapat tercapai.
Dilaporkan oleh Fanny ainul
Editorial
Dwipekan edisi 18 membahas tentang Community Outreach Program (COP) kembali yang diadakan mulai 12 Juli - 9 Agustus di Kediri. Simak laporan dan foto-foto di halaman 2-4. Baca juga ASC UK Petra yang akan mengadakan kegiatan di Sumatera Barat. Pada bulan ini, Dwipekan mendapat suntikan tenaga paruh waktu baru yang bergabung di jajaran redaksi. Tulisan-tulisan Iman Santoso, tenaga paruh waktu baru dapat dibaca pada edisi ini.
Renungan
Intimacy with God
Salah satu bahaya besar bagi anak-anak Tuhan ketika ia lebih senang berbicara tentang Allah
daripada berbicara dengan Allah. Seorang mahasiswa teologi mengundurkan diri dari kuliahnya
di Seminari karena ia merasa semangatnya menurun, imannya melemah, dan ketertarikannya kepada
kekristenan mulai memudar. Padahal ia pandai dan sering lulus dengan nilai cum laude.
Kemudian ia menyadari bahwa ...
lanjutan...