Seputar
Peserta Community Outreach Program 2004 Disambut Di Pendopo Kabupaten Kediri

Senin, 12 Juli, seluruh mahasiswa peserta COP berangkat dari Kampus Universitas Kristen Petra dengan menggunakan bus sebagai sarana transporatasi menuju Pendopo Bupati Kabupaten Kediri sekitar pukul 09.15. Keberangkatan peserta COP dilepas oleh Rektor UKP.
Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam setengah, seluruh peserta COP sampai di Kediri dan langsung menuju Kantor atau Pendopo Bupati Kediri. Di sana, mereka disambut oleh para staf Bupati. Bupati Kediri sendiri tidak dapat hadir dan digantikan oleh Baidowei, asistan Tata Praja Kediri.
Acara penyambutan pun dilakukan dengan cukup antusias oleh para pegawai kantor Bupati Kediri. Dilanjutkan dengan sambutan dari Pembantu Rektor Ir. Jones Syaranamual dan dengan memberikan cinderamata kepada tuan rumah yang diterima langsung oleh asistan Tata Praja. Banyak nasehat yang disampaikan para staf Bupati kepada peserta COP yang berguna untuk peserta dalam melaksanakan kegiatan.
Setelah acara penyambutan yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Kediri, para peserta COP melanjutkan perjalanan ke Posko COP di Jl. Kawi 30 Kediri untuk pindah menggunakan jalur transportasi umum daerah tersebut yang langsung membawa ke tempat tujuan sesuai dengan pembagian kelompok dan wilayah kerjanya.
Desa tempat pelaksanaan kegiatan COP yang dibagi dalam 8 kelompok memiliki karakteristik yang berbeda-beda, seperti yang tim Dwipekan kunjungi yakni Desa Kalibago, Kalipang Kecamatan Grogol. Di desa yang ditempati 17 mahasiswa ini memiliki tradisi yang beraneka ragam karena terdapat 3 agama yang tempat ibadahnya tidak saling berjauhan yakni Katolik, Hindu dan Islam.
Hari pertama di Desa Kalibago sedikit membuat bingung para peserta terutama dari luar negeri yang sulit berkomunikasi dengan pemilik rumah seperti yang dialami Yuka Oishi, mahasiswa Internasional Christian University Jepang yang merasa bingung dengan basa basi ibu pemilik rumah meskipun sudah sedikit dibantu diterjemahkan ke bahasa Inggris. Hal serupa juga dialami mahasiwa luar negeri lainnya karena masih bingung dalam berkomunikasi.
Kedatangan peserta di Desa Kalibago juga disambut baik penduduk desa setempat karena mereka senang dengan program yang diajukan dan ditawarkan oleh Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Universitas Kristen Petra.
Dilaporkan oleh Jainul
Prestasi Mahasiswa Petra di Hogeschool van Utrecht

Setelah mengikuti studi selama satu tahun di Utrecht, dua mahasiswa Teknik Sipil UK Petra, David Setiawan dan Venny Dewi Ongkowijono berhasil membawa pulang gelar Bachelor of Built Environment (BBE) dari Hogeschool van Utrecht. Pada kesempatan ini, mereka ingin membagi pengalaman kegiatan studi mereka di Belanda.
David dan Venny berangkat ke Utrecht pada September 2003. Sesampainya di Utrecht, kedua mahasiswa ini masuk ke kelas internasional bersama mahasiswa dari Eropa, China, Vietnam, Afrika, dan mahasiswa dari universitas lain di Indonesia. Setelah mengikuti kegiatan perkenalan, kedua mahasiswa ini memulai proses studinya. Kegiatan mereka pada minggu pertama adalah studi eskursi di Proyek Bendungan Delta. Di sana, mereka mengamati konstruksi bendungan utama Belanda yang berfungsi untuk mencegah air laut membanjiri Belanda yang sebagian dari wilayahnya berada di bawah permukaan laut.
Kegiatan pengajaran yang mereka dapatkan di Belanda lebih ke arah praktikal dan tidak terlalu teoritis. Pada setiap pertemuan dengan dosen, 1 jam akan dipergunakan untuk pengajaran materi, 2 jam untuk kerja kelompok dan problem solving dan 1 jam sisanya ditutup dengan diskusi. Selain itu, yang menarik dari sistem di Belanda adalah kegiatan simulasi proyek. Dalam simulasi ini, mahasiswa akan bekerja kelompok untuk memperhitungkan proyek-proyek bangunan mulai dari hal-hal teknis seperti desain, perhitungan sipil sampai hal-hal non-teknis seperti perijinan dan estimasi biaya. Selama di Utrecht, David dan Venny mengerjakan beberapa simulasi proyek misalnya, pembuatan tempat parkir bawah tanah, proyek pengaturan saluran air, dan proyek-proyek individual.
Pada semester kedua, David dan Venny mengikuti kerja praktek di perusahaan pemerintah Belanda, Rijkswaterstaat. Di sana, mereka juga mengerjakan thesis mereka dengan topik "Immersed Tunnel". Thesis ini sukses mengantarkan mereka menjadi The Best Graduate 2004 di International Civil Engineering, Utrecht. Prestasi tersebut juga mengulangi kesuksesan alumnus UK Petra, Jimmy Susetyo dan Evelyn Puspasari, yang juga menjadi The Best Graduate 2002 di International Civil Engineering, Utrecht.
Dari kegiatan ini, David dan Venny memperoleh pengalaman dan ilmu-ilmu baru. Mereka memperoleh pengetahuan baru dalam bidang teknik sipil antara lain teknologi dredging, penguasaan software, dan thesis mereka tentang "Immersed Tunnel". Selain itu, tentunya mereka juga memperoleh pengalaman berinteraksi dengan teman-teman baru khususnya dari luar negeri. Menurut David, pengalaman ini juga mengajarkan dia untuk "Percaya kepada Allah walau tidak ada alasan untuk percaya" karena Allah telah membantunya untuk selalu bersikap optimis dalam menghadapi kehidupan di Belanda. Sedangkan menurut Venny, pengalaman ini adalah "Tantangan yang menjadikan iman kita jadi lebih kuat" karena di Belanda kita harus hidup mandiri dan melakukan segalanya sendiri
Demikianlah sedikit oleh-oleh yang dapat mereka bagikan bagi rekan-rekan UKP yang berminat mengikuti program kerjasama UK Petra dengan universitas di luar negeri. Kiranya, gambaran itu dapat memacu semangat teman mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, karena David dan Venny telah membuktikan walau belajar di negeri asing pun, mahasiswa Petra tetap dapat meraih prestasi yang membanggakan.
Dilaporkan oleh BAKP
ASC PETRA ADAKAN WORKSHOP DI SUMATRA BARAT

ASC UK PETRA adalah suatu lembaga yang bekerja sama dengan AII (Australia Indonesia Institute), dimana ASC berperan dalam pemberian informasi kepada para mahasiswa yang membutuhkan informasi tentang Australia secara global. "Umumnya mahasiswa UKP lebih banyak bertanya tentang studi lanjut di Australia, daripada bertanya tentang kehidupan Australia secara global," ujar Dra. Aylanda Dwi Nugroho, MA.
Tentang kerjasama dengan AII tersebut Aylanda menjelaskan bahwa ASC UKP menerima bantuan dari lembaga tersebut untuk pelaksanaan proyek selama 1 tahun (2002-2003). Proyek yang harus dilaksanakan seperti pelaksanaan training pada dosen-dosen di Indonesia dalam mengajarkan Kajian Australia di kampus masing-masing; setting web site tentang Australia. Pada web site tersebut akan diceritakan secara gamblang tentang Australia dan juga Resource Center yang berperan dalam pembekalan pada para mahasiswa yang membutuhkan informasi tentang Australia.
Untuk lebih memperlancar proyek tahun sebelumnya, ASC (Australia Studies Center) UK PETRA mengadakan workshop ke-2 yang akan diadakan 27-30 Juli 2004 bertempat di Padang dan Danau Maninjau, Sumatera Barat. Workshop ini diikuti 25 dosen yang mengajar tentang "Kajian Australia" pada jurusan Sastra Inggris di seluruh Indonesia.
TUJUAN WORKSHOP TAHUNAN
ASC UK PETRA yang resmi beroperasi pada Februari 2003 ini sebelumnya juga pernah mengadakan workshop serupa di Juli 2003. Workshop yang pertama ini diikuti oleh dosen-dosen dari 13 PT yang ada di Indonesia.
Lantas apa sebenarnya tujuan dari ASC untuk mengadakan workshop tahunan? "Workshop ini diadakan untuk pembekalan pada para dosen yang mengajar tentang Kajian Australia. Mereka perlu dibekali karena kebanyakan dari mereka tidak memiliki background yang cukup tentang Australia," tegas Aylanda, Ketua Jurusan Sastra Inggris UKP. Pada acara workshop ini nantinya juga diisi dengan penyusunan silabus dan materi tentang Kajian Australia dimana penyusunan itu ditekankan pada 2 bidang utama, yaitu Sastra dan Kebudayaan.
Workshop tahun ini melibatkan 25 dosen dari 11 PT. Pulau Jawa diwakili 9 PT, sedangkan Sulawesi dan Kalimantan baru diwakili 1 PT saja. Workshop ini akan menghadirkan 2 pembicara antara lain Susilastuti Sunarya (Universitas Indonesia) serta Prof. Kate Darian Smith (University Of Melbourne, Australia) yang akan membicarakan tentang Sastra dan Budaya Australia.
Dari pengalaman pada workshop lalu, para peserta telah memperoleh pengetahuan tentang Australia. Hal ini membuat para pengajar menjadi percaya diri saat menyampaikan materi tentang Kajian Australia di depan mahasiswa. Di Jurusan Sastra Inggris UKP, materi tersebut diberikan pada mahsiswa di semester 5.
Pemberian materi tersebut tak lepas dari TPMI (Telaah Pranata Masyarakat Inggris) yang menjadi dasar dalam pengajaran di jurusan Sastra Inggris. TPMI terdiri atas masyarakat Amerika, Australia, dan Inggris. Hal yang diajarkan dalam Kajian Australia ini meliputi banyak hal, sejarah, geografi, masyarakat, life style serta sedikit tentang politik," kata Aylanda. Dilihat dari yang akan diajarkan pada para mahasiswa itulah maka tak ada salahnya jika dosen-dosen ikut serta dalam workshop tersebut, tentunya dengan harapan , setelah mengikuti workshop, pengetahuan tentang Australia lebih terbuka lebar dan akhirnya mereka siap untuk mengajar dengan benar.
Pada workshop tahun lalu, sudah dibentuk Australia Study Circle. Badan ini berfungsi untuk komunikasi bagi para dosen yang memiliki dan membutuhkan informasi tentang Australia secara aktual. Tentang kriteria peserta untuk workshop, Aylanda mengatakan bahwa mereka yang mengajar Kajian Australia di Sastra Inggris yang berhak ikut. Lantas tentang penunjukan Sumatra Barat sebagai tuan rumah lebih dikarenakan sebagai ajang promosi. "Universitas Andalas dan Bung Hatta, Padang baru saja bergabung dengan ASC. Mereka telah menyatakan kesanggupannya untuk menjadi tuan rumah. Kota-kota lain bisa juga menjadi tuan rumah asal mereka sanggup," ujar Aylanda.
Bagi para mahasiswa yang menginginkan informasi tentang Australia secara umum, Aylanda menganjurkan untuk datang ke kantor ASC di Ged.B Lt.2. Kantor ASC buka dari Senin - Jumat mulai pk. 08.00-15.00.
Dilaporkan oleh Iman
GABUNGAN MANIS MUSIK KLASIK DAN TRADISIONAL INDONESIA

UK Petra menjadi bagian dalam rangkaian Festival a la Carte yang digelar JakArt. Bertempat di Auditorium, Rabu (9/6) yang lalu penonton seakan terhipnotis oleh penampilan Trisutji Kamal. Hal ini terlihat dari begitu tenangnya penonton saat Trisutji memainkan jarinya di atas piano. Aplaus panjang juga selalu diberikan setelah wanita yang berusia 67 tahun ini mengakhiri permainannya.
Dalam konser yang bertajuk Double Concert Feel The Spirit ini Trisutji tidak selalu tampil sendiri. Dalam komposisi pembukanya yang berjudul Ramadhan, Trisutji berduet dengan I Ketut Budiyasa, seorang pemain perkusi asal Bali. Selain itu dalam konser ini, Trisutji juga membawa serta anaknya Paramagita (gitar), Ary Sutedja yang juga memainkan piano dan Kristin Lubis sebagai vokalis. Konser malam itu ditutup dengan komposisi yang berjudul Misteri Cinta dan Ka'bah.
Ditemui seusai konser, pimpinan Trisutji Kamal Ensemble ini mengungkapkan kesannya. "Saya cukup terkejut dengan masyarakat Surabaya yang cukup responsif dengan penampilan saya," katanya sambil tersenyum. Saat ditanya mengenai kesulitannya memadukan musik klasik dengan musik tradisional, Trisutji mengaku hampir tidak ada kendala yang berarti. Sejak kecil Trisutji sudah hidup di lingkungan musik klasik, tapi musik tradisional terutama Jawa tetap menjadi landasannya.
Setelah penampilan Trisutji Kamal Ensemble, penonton disuguhi penampilan musik apik dari Paduan Suara (PS) UK Petra pimpinan Aris Sudibyo. Membawakan 16 lagu puji-pujian seperti Everytime Feel the Spirit, I Surrender All dan We Are the Choir PS UK Petra sempat membuat penonton sedikit bergoyang dengan penampilan cerianya.
Dilaporkan oleh Fanny
YUDISIUM INFORMATIKA

Rabu, 21 Juli, pk 10.30 Ged P UKP lantai 1-3 disesaki mahasiswa yang berdandan ala olahragawan. Mereka menggunakan pakaian olah raga, entah itu seragam kebesaran suatu tim sepak bola, basket, sampai ke seragam kebesaran tim balap F-1. Ada apa gerangan?
Ternyata, acara tersebut diadakan untuk Yudisium mahasiswa Teknik Informatika yang akan diwisuda. "Mereka diperlakukan seperti itu dengan tujuan memberi kesan terakhir bagi para calon wisudawan," ujar Anita, panitia acara. Jika dilihat memang acara yudisium tersebut mirip dengan acara P3K MABA, sebagaimana yang mereka lalui saat pertama kali masuk UK PETRA.
Lantas apa saja acara Yudisium itu sehingga menyerupai P3K MABA? Paling menarik ialah game-game yang unik. Game itu telah dipersiapkan panitia untuk dimainkan secara berkelompok. Seperti halnya acara Rally Kampus pada saat P3K MABA, para peserta Yudisium ini dituntut untuk mencari 8 pos yang telah disediakan. Ke-8 pos tersebut tersebar di Ged P lt.1-3. Pada tiap-tiap pos, para peserta yudisium ini diharapkan untuk menyelesaikan tugas yang di format dalam bentuk game yang menarik. Para peserta masuk dalam kelompoknya masing-masing. Satu kelompok terdiri atas 8-10 peserta. Tiap-tiap kelompok berusaha untuk menyelesaikan game di tiap-tiap pos dengan baik. "Game ini dilombakan antar kelompok. Tiap-tiap kelompok akan mendapat score, dimana score itu nantinya akan ditotal dan kelompok yang scorenya paling tinggi akan mendapat hadiah," ujar Anita.
KESAN TERAKHIR
Game-game yang dilombakan pada acara ini ada 8 jenis, diantaranya Island Survivor, Puter Terus, Mirip Banget dah, Find Him/Her, Masukin dong!!, Sapa tuh?, Makin panjang makin sip, cium terus. Game yang paling seru mungkin tampak dari game "makin panjang makin sip". Dimana game pada pos-7 itu mengharapkan para peserta dari tiap kelompok untuk membuat rangkaian yang terpanjang. Selain memanfaatkan anggota tubuh mereka seperti kaki, tangan, mereka juga memanfaatkan semua yang ada pada tubuh mereka. Bisa tali sepatu ataupun ikat pinggang. Game ini seru sekali, semua peserta dari tiap-tiap kelompok berusaha untuk jadi yang terpanjang, bahkan mereka rela untuk tengkurap di atas lantai untuk mendapatkan rangkaian yang terpanjang.
Acara Yudisiumi itu sendiri dimulai pada pukul 8.30 pagi. Para peserta melakukan registrasi terlebih dahulu dilanjutkan dengan opening. Sebelum diadakan game yang menarik itu sempat juga diadakan lomba dance di dalam ruang P-703. 3 kelompok maju ke depan ruangan untuk menari Dance Axe Pulse, penjuriannya dilakukan oleh para dosen yang diundang dalam acara tersebut.
Seusai game berkelompok, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama. Melalui makan siang ini para calon wisudawan bisa beramah tamah dengan teman dan dosen. Mungkin ramah tamah tersebut bisa menjadi pertemuan terakhir bagi mereka. Segala acara yang telah dirancang tersebut pada dasrnya ingin memberikan kesan terakhir bagi para calon wisudawan sebelum nantinya mereka masuk ke dunia kerja. Melalui kesan-kesan itu diharapkan mereka nantinya tidak lupa terhadap almamater tercinta mereka, serta dengan teman-teman seangkatan mereka.
Dilaporkan oleh Iman
PENGUMUMAN PERPUSTAKAAN
Untuk mencegah terjadinya kehilangan barang di locker Perpustakaan, kami menghimbau kepada pengguna supaya barang berharga tidak disimpan di locker. Kehilangan barang bukan menjadi tanggung jawab perpustakaan.
Untuk menjaga kebersihan ruangan Perpustakaan, pengguna dimohon untuk membuang sampah-2 kertas dll. ditempat sampah yg telah disediakan.
Perubahan Harga Fotokopi
Terhitung per 16 Agustus 2004 harga fotokopi naik menjadi Rp 95/lembar. Kenaikan in dikarenakan harga kertas, tinta, dan alat-alat fotokopi naik. Harga Rp 95 sudah termasuk perubahan berat kertas dari 60 gram menjadi 70 gram.
Database ProQuest
Perpustakaan UK Petra melanggan 5 database ProQuest yang dapat diakses melalui Internet di jaringan kampus PetraNet di alamat http://www.proquest.com/pqdauto atau di katalog iSPEKTRA http://dewey.petra.ac.id
Selain akses online, Perpustakaan menyediakan dalam bentuk CD-ROM (khusus database Business-ABI/INFORM Global dan ProQuest Science Journals) yang bisa dimanfaatkan jika akses Internet sedang lambat/putus. Layanan ini bisa diperoleh di Layanan CD-ROM dan Database Jurnal (Perpust. lt. 6).
Kelima jenis database ProQuest yang dapat diakses:
- Business-ABI/INFORM Dateline
- Business-ABI/INFORM Global
- Business-ABI/INFORM Trade & Industry
- ProQuest Science Journals
- ProQuest Social Science Journals
Brosur penggunaan ProQuest online dapat diperoleh di Perpustakaan, dan akan dibagikan kepada seluruh dosen tetap bersamaan dengan buku "Pedoman Tata Tulis Tugas Akhir Mahasiswa UK Petra"
Jam layanan perpustakaan selama libur semester
adalah sebagai berikut:
Senin - Jumat: 08.00 - 15.00 WIB
Sabtu : Tutup
GERAKAN PERPUSTAKAAN PEDULI
Sebagai wujud kepedulian untuk Perpustakaan Universitas Kristen Indonesia
Maluku (UKIM) dimana koleksi-koleksi dan perabotan-perabotan perpustakaan
mereka hancur karena kerusuhan beberapa waktu lalu, maka Perpustakaan
UKP sampai dengan akhir Desember 2004 mengadakan gerakan peduli dengan
membuka kesempatan pada segenap warga sivitas akademika UK Petra untuk
memberikan bantuan.
Bantuan yang dibutuhkan saat ini berupa buku-buku teknik, maritim, teologia,
sosopol dan hukum, juga materi (uang atau perabotan).
Bantuan dapat diserahkan melalui Perpustakaan UKP di bagian TU, Ibu Nontje
atau Bapak Yusuf di lantai 6. Selanjutnya bantuan akan kami serahkan ke
Perpustakaan UKIM.
Dilaporkan oleh Beby
Gelar "Pesta Rakyat", DKV Umumkan Nilai TA

Apa yang sudah biasa memang tidak menjadi biasa di Desain Komunikasi Visual (DKV). Biasanya, pengumuman nilai ujian atau tugas akhir (TA) ditempel begitu saja. Tidak demikian dengan pengumuman TA mahasiswa jurusan DKV. Jumat (9/7) pagi hingga jelang siang digelar Pesta Rakyat.
Pesta yang dihadiri oleh mahasiswa angkatan 2000 berlangsung cukup aktraktif karena di sela-sela pengumuman nilai TA, juga dilakukan unjuk kebolehan dari para mahasiswa. Mereka adu kreativitas, mulai dari menggubah lagu, main teater, hingga cipta jingle secara berkelompok.
Seperti namanya, pesta rakyat, seluruh perlengkapan pesta harus "berbau" rakyat. Mulai dari pakaian yang dikenakan hingga hidangannya. Para mahasiswa mengenakan setelan T-shirt kasual dan celana jeans serta dislempangi sarung bermotif kotak-kotak.
Sementara sebagian besar mahasiswi mengepang dua rambutnya. Mengingatkan gaya rambut gadis era tahun 60-an. Namun kesan yang hendak mereka tampilkan kemarin adalah agar penampilan mereka tak ubahnya gadis desa. Mereka mengenakan celana dibalut kain pantai atau kain jarit.
Sementara hidangan yang tersedia adalah jajanan pasar. Ada klepon, bakpao, onde-onde, dan sebagainya. Kue itu sumbangan para mahasiswa. Tiap mahasiswa diharuskan membawa lima buah jajanan pasar. "Kue sumbangan itu nanti yang kita makan rame-rame," kata Aida, peserta pesta.
Menurut Andrian Dektisa, Kajur DKV UK Petra, kegiatan itu merupakan tradisi tahunan mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual. "Tapi acaranya berbeda setiap tahun, selain untuk menciptakan sesuatu yang eksklusif, pesta rakyat diharapkan memberikan kesadaran bahwa golongan menengah sangat banyak. Jadi bagaimana cara menggapai pangsa pasar golongan menengah ke bawah itu yang menjadi tantangan karena prospeknya sangat bagus," katanya.
Dilaporkan oleh Krista
Editorial
Dwipekan edisi 18 membahas tentang Community Outreach Program (COP) kembali yang diadakan mulai 12 Juli - 9 Agustus di Kediri. Simak laporan dan foto-foto di halaman 2-4. Baca juga ASC UK Petra yang akan mengadakan kegiatan di Sumatera Barat. Pada bulan ini, Dwipekan mendapat suntikan tenaga paruh waktu baru yang bergabung di jajaran redaksi. Tulisan-tulisan Iman Santoso, tenaga paruh waktu baru dapat dibaca pada edisi ini.
Renungan
Intimacy with God
Salah satu bahaya besar bagi anak-anak Tuhan ketika ia lebih senang berbicara tentang Allah
daripada berbicara dengan Allah. Seorang mahasiswa teologi mengundurkan diri dari kuliahnya
di Seminari karena ia merasa semangatnya menurun, imannya melemah, dan ketertarikannya kepada
kekristenan mulai memudar. Padahal ia pandai dan sering lulus dengan nilai cum laude.
Kemudian ia menyadari bahwa ...
lanjutan...