Renungan
Known by Their Fruits
( Ev. Yarman Halawa, MA.)
kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Yohanes 15 : 16
Allah menghendaki supaya setiap orang percaya yang mengaku bahwa ia pengikut
Kristus di dalam dunia ini, telah menerima anugerah keselamatan yang cuma-cuma
dari Tuhan dan menghasilkan buah. Buah itu tinggal tetap di dalam hidup
orang percaya, serta melaluinya, orang lain akan mengetahui bahwa kita
murid Tuhan Yesus Kristus, dan penerima anugerah Kristus.
Di dalam Alkitab, ada 7 macam buah yang membuat kita dikenal sebagai orang
- orang yang telah menerima anugerah keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus.
Pertama, buah pertobatan. Di dalam Matius 3:8 dicatat perkataan Yohanes
Pembaptis: "Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan."
Yohanes Pembaptis menyampaikan perkataan ini kepada orang-orang Farisi
sebagai satu teguran, satu bimbingan, satu pengingat kepada mereka, yang
adalah orang-orang yang memiliki kedudukan yang tinggi di dalam strata
masyarakat, pemimpin agama, orang-orang yang mengajar di Bait Allah, di
rumah-rumah sembahyang. Tetapi Firman Tuhan dengan jujur menyatakan bahwa
kebenaran dari seseorang yang menjadi milik Kristus harus terlihat melalui
buah pertobatan yang ada dalam kehidupannya.
Apakah arti buah pertobatan? Ada perbedaan mendasar antara pertobatan
dan menghasilkan buah pertobatan. Pertobatan merubah status kita di hadapan
Allah, dari status orang berdosa yang seharusnya binasa oleh karena dosa-dosa
kita, kemudian kita diubah menjadi milik Kristus. Ini terjadi di dalam
diri kita.
Buah pertobatan menunjuk kepada sesuatu yang harus nampak dari luar, harus
nampak dari kehidupan seseorang yang telah mengalami pertobatan. Tuhan
menghendaki supaya kita menghasilkan buah pertobatan, yaitu buah yang
benar-benar menunjukkan bahwa kita adalah orang-orang yang telah menerima
keselamatan.
Kedua, buah Roh Kudus. Di dalam Galatia 5:22-23 rasul Paulus mengatakan
kepada kita: "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera,
kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan
diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu." Inilah buah kedua
yang harus ada supaya kita dikenal sebagai orang yang telah menerima dan
memiliki Kristus di dalam hidup kita.
Apakah buah Roh ada di dalam kehidupan kita? Kekristenan bicara bukan
karena hanya oleh sebuah khotbah atau sebuah tulisan, tetapi juga oleh
sebuah kesaksian di mana orang melihat apakah buah Roh ada di dalam diri
kita.
Ketiga, buah Kesucian. Rasul Paulus menulis di dalam Roma 6:22: "Tetapi
sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi
hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan
sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal." Orang yang telah menerima
Kristus harus hidup suci. Ini adalah sebuah tuntutan bagi setiap kita
yang percaya kepada Tuhan Yesus.
Buah kesucian adalah suatu tuntutan bagi kita untuk menyerahkan seluruh
hidup kita hanya kepada Tuhan, menjadi milik Tuhan dan menjadi alat yang
khusus digunakan oleh Tuhan.
Keempat, buah Kebenaran. Buah kebenaran adalah buah yang terbit dari orang-orang
yang hatinya dipenuhi dengan kebenaran, yang rindu menolong mereka yang
kurang beruntung. Di dalam 2 Korintus 9:9-10 rasul Paulus mengatakan kepada
jemaat di Korintus: "Seperti ada tertulis: 'Ia membagi-bagikan, Ia
memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya.'
Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga
yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan
buah-buah kebenaranmu." Perkataan Paulus ini adalah dalam konteks
ketika diadakan pengumpulan uang untuk jemaat di Yerusalem yang sedang
menghadapi kesulitan oleh karena panen gagal dan terjadi paceklik. Rasul
Paulus meminta supaya jemaat-jemaat di luar Yerusalem ikut bersama mempedulikan,
menggumulkan, mendukung dan memberikan jalan keluar bagi kesulitan yang
sedang dialami oleh jemaat di Yerusalem.
Hidup kita bukan milik kita lagi melainkan milik Tuhan. Kekristenan lebih
banyak berbicara bukan oleh karena teori, bukan oleh karena khotbah, tetapi
lebih banyak berbicara oleh buah yang keluar dari hati yang benar.
Kelima, buah Sejahtera. Di Ibrani 12:10-11 kita membaca: "Sebab mereka
mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap
baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh
bagian dalam kekudusan-Nya. Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan
tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan
buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya."
Kelima, buah Bibir. Di dalam Ibrani 13:15 ditulis: "Sebab itu marilah
kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah,
yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya." Buah bibir adalah puji-pujian
yang dipersembahkan kepada Allah di dalam segala situasi. Kadang-kadang
kita ini menjadi orang yang paling bersukacita kalau kita ada di dalam
Gereja. Kita memuji Tuhan dengan begitu luar biasa. Tetapi kemudian di
dalam kehidupan sehari-hari kita menjadi orang yang seringkali kehilangan
damai sejahtera, kehilangan sukacita oleh karena hal-hal tidak enak yang
terjadi di dalam hidup kita.
Keenam, buah Injil. Di dalam Roma 1:13 rasul Paulus mengatakan: "Saudara-saudara,
aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk
datang kepadamu - tetapi hingga kini selalu aku terhalang - agar di tengah-tengahmu
aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi
yang lain." Di dalam konteks Roma pasal 1, rasul Paulus hendak pergi
mengunjungi jemaat Roma untuk mengabarkan Injil dan dia mengharapkan Injil
itu berbuah di tengah-tengah jemaat yang ada di sana. Pada dasarnya kita,
orang-orang yang telah percaya, yang dikenal sebagai orang Kristen, adalah
buah Injil. Setiap kita dituntut menghasilkan buah Injil. Apakah kita
akan tetap menyatakan kepada dunia ini bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah
satu-satunya Tuhan dan Juruselamat. Bila kita mengakui bahwa Ia adalah
Tuhan dan satu-satunya Juruselamat yang menjadi dasar keselamatan kita,
maka kita akan mengabarkan hal ini kepada orang-orang lain juga.
Kiranya Tuhan menolong kita agar buah-buah ini nyata di dalam hidup kita,
dan orang dapat mengenal kita adalah milik Tuhan.
Pusroh
Editorial
Menjadi pemimpin ideal memang mudah secara teori. Untuk mewujudkannya dibutuhkan
motivasi dan komitmen yang kuat. Dan negara Indonesia membutuhkan dan
merindukan seorang pemimpin.
Tapi pemimpin pun memiliki banyak karakter. Servant leadership atau pemimpin
yang melayani, itu yang dibutuhkan di zaman sekarang. Paradigma tipe pemimpin
di perusahaan-perusahaan pun bergeser ke arah servant leadership.
Dan kita harus memulainya dari diri sendiri. Sebab kita adalah seorang
pemimpin, minimal pemimpin bagi diri kita sendiri. Akankah kita mewujudkan
pemimpin ideal bagi diri sendiri?
Renungan
Dicari!
PEMIMPIN IDEAL
Kepemimpinan adalah kunci dari pemerintahan, organisasi ataupun dalam
bentuk institusi. Tak pelak lagi seorang pemimpin... lanjutan...