Seputar

Disambut Top Manager Perusahaan

Singapore Excursion Study 2004 "Sensing Global Industry" Kunjungan Mahasiswa IBM ke Perusahaan Internasional di Singapura

Foto Bersama di Merlian, Singapura

18-24 April lalu, 38 mahasiswa Program Studi International Business Management, beserta Filicia Chandra SE. M.Bus. dan Richard Von Llewelyn Ph.D. mengadakan Singapore Excursion Study 2004. Kegiatan ekskursi yang bertema "Sensing Global Industry" ini merupakan satu rangkaian kegiatan internasional dari program studi IBM yang dilaksanakan tiap tahunnya.

Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengobservasi kiat-kiat bisnis global khususnya di negara Singapura. Terlebih itu agar mahasiswa dapat membandingkan pengetahuan dan teori bisnis yang didapatkan selama kuliah dengan praktek bisnis yang up-to-date.

Pemilihan perusahaan diusahakan beranekaragam dari berbagai jenis industri. Ini ditujukan agar peserta dapat menerima business insight yang beranekaragam, mengingat strategi dan kiat sukses bisnis berbeda untuk tiap jenis industri. Oleh karena itu 9 perusahaan lokal dan multinasional beserta satu universitas dipilih untuk kegiatan ini. Sepuluh institusi tersebut adalah Civil Geo Pte LTd (Civil Construction Company), Intel Technology Asia Pte Ltd (Processor Company), Sankyu (Singapore) Pte Ltd (Logistic and Transportation Company), Raffles Medical Group (Hospital), Jurong Trade Centre (Development Business), Eu Yang Sang International Ltd (Modernized Chinese Herbal Company), Asia Pacicfic Breweries (Beverage and Beer company), Singapore Management University, MegaChem Ltd(Chemical Company), dan Jurong Engineering Ltd (Plant Engineering and Construction work)

Mahasiswa Belajar Mengatur Manajemen Studi Ekskursi

Ricky Soedarsono, SE., M.R.E. selaku Kepala Program Studi IBM berpendapat bahwa kegiatan Studi Ekskursi di Singapura ini sangat diperlukan mengingat besarnya manfaat yang didapatkan oleh mahasiswa. Kegiatan ini bukanlah kegiatan yang bertujuan untuk menambah nilai prestis program studi semata. Melainkan merupakan visi yang tulus dari program studi IBM untuk membentuk mahasiswanya menjadi "Integrated Indonesian International Business Managers". Selain itu juga bertujuan untuk lebih menginternasionalkan nama Universitas Kristen Petra di kalangan industri global. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan nama UK Petra akan lebih dikenal di kalangan para manager di Singapura, sehingga akan membuka peluang pekerjaan lulusan UK Petra di masa mendatang.

Para peserta merasakan betapa besar manfaat program ini dengan terbukanya wawasan mereka mengenai bisnis internasional. Mereka juga menjadi sadar bahwa ternyata business tools dan concepts yang mereka pelajari, memang sedang digunakan dalam praktek bisnis nyata. Wawasan ini menjadi suatu motivasi tersendiri untuk memacu mahasiswa agar belajar lebih dalam lagi mengenai ilmu yang sedang mereka geluti di program studi International Business Management.

Terlebih kegiatan studi ekskursi menjadi suatu ajang pelatihan mahasiswa IBM untuk mengatur sebuah proyek internasional, walaupun masih berskala kecil. Program Studi Ekskursi ini memang suatu kegiatan yang disponsori oleh universitas dan diprakarsai oleh program studi IBM. Namun hampir seluruh manajemen kegiatan diatur oleh mahasiswa sendiri, mulai dari proses perencanaan, menegoisasi perusahaan, sampai dengan format acara. Bukan suatu pekerjaan yang mudah, mengingat Universitas Kristen Petra sendiri belum begitu dikenal di kalangan mancanegara bahkan negara tetangga seperti Singapura.

Jajaran Top Manager Turut Menyambut Mahasiswa IBM

Diskusi bersama di Jurong Engineering Ltd.

Studi Ekskursi ini juga bukan studi ekskursi pada umumnya yang mengutamakan observasi pabrik atau proses produksi. Mengingat program ini ditujukan untuk mahasiswa IBM, maka format acara lebih difokuskan pada diskusi dengan top management baik dari segi pemasaran dan bisnis internasional untuk mendapatkan gambar keseluruhan dari suatu perusahaan. Dalam program ini mahasiswa berkesempatan berdiskusi dengan key person perusahaan internasional tersebut. Sebut saja Mr Lai Yit Loong yang merupakan Director Intel untuk Region Southeast Asia, atau Mr. Sidney Chew yang merupakan CEO dari MegaChem, sebuah perusahaan kimia Singapura yang memiliki cabang di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Perusahaan-perusahaan di Singapura yang telah dikunjungi oleh mahasiswa IBM pada umumnya menunjukkan itikad baik dan keseriusannya dalam memberikan sambutan dan penjelasan mengenai perusahaanya. Salah satu perusahaan seperti Sankyu Pte Ltd, yang merupakan perusahaan logistic asal Jepang bahkan menugaskan semua Top Manager-nya dengan total sembilan manajer dari berbagai departemen termasuk General Manager-nya sendiri untuk memberikan presentasi perusahaan dan diakhiri dengan diskusi panel oleh seluruh manager tersebut.

Ini merupakan sesuatu yang patut dipuji, mengingat nilai budaya Singapura yang sangat menghargai waktu dan materialisme, tetapi mereka justru peduli pada dunia pendidikan dengan menghormati tamunya yang notabene mahasiswa. Tampaknya memang seperti padi yang makin berisi makin merundukkan daunnya, dimana semakin besar institusi, semakin rendah hati juga dalam membagikan wawasan mereka.

Wawasan-wawasan dari institusi bisnis dan pendidikan itu sendiri juga mengingatkan program studi IBM untuk selalu bertumbuh dan berkembang menjadi suatu wadah pendidikan bisnis internasional yang lebih berkualitas dan berintegritas. Perjalanan memang masih panjang, tapi suatu awal yang baik merupakan setengah dari kemenangan.

Laporan Menghadiri Perayaan Jubelium (50 tahun) Keimyung University

Daegu, Korea Selatan, 19-20 Mei 2004

Paul Nugraha*

Undangan datang dari Rektor Keimyung University kepada saya selaku President dari ACUCA, untuk menghadiri perayaan Jubelium. Mempertimbangkan kontribusi dan peran rektor Synn Il-hi yang sangat besar pada ACUCA selama dekade lalu dan dengan persetujuan Dewan Pengurus YPTK Petra, maka saya menghadiri perayaan tersebut.

Keimyung University didirikan oleh gereja Presbyterian di Daegu, kota ketiga terbesar di Korea Selatan, pada tahun 1954. Afiliasi mereka dengan gereja Presbyterian Amerika Utara. Gereja dimulai tahun 1898, rumah sakit tahun 1899, SMP tahun 1906 dan sekolah wanita tahun 1907. Arti kata "Keimyung" adalah pencerahan.

Saat ini Keimyung University memiliki 3 kampus dengan luas 200 ha, luas bangunan di atas 330 ribu m2, 27 ribu mahasiswa, dan sekitar 1.000 dosen dan staff. Beberapa gedung seperti Rektorat dan chapel berarsitektur model Presbyterian Amerika, dengan bata merah. Gedung-gedung lainnya diseragamkan bata merahnya. Katanya, inilah salah satu kampus terindah di Korea, dan sering dipakai untuk latar belakang film.

Acara perayaan dimulai dengan Presidents Colloquium dengan judul "Global Society and the Changing Nature of Higher Education". Pembawa makalah adalah Dr. John Derry, Rektor Hope International University, California, dan Dr. Xin Ru, dari Chinese Academy of Social Science. Ada sekitar 30 rektor dari berbagai negara: Amerika, Polandia, Rusia, Kazakhtan, China, Jepang, Hongkong, Thailand, dan Indonesia. Anggota ACUCA yg hadir adalah Assumption Thailand, HKBU Hongkong, St. Andrew (Momoyama Gakuin) Jepang, dan Petra Indonesia. Saya berkenalan dengan Qu Delin, rektor Beijing Language & Culture University (BLCU), tapi belum sempat berkenalan dengan Prof Ryszard Zimak, rektor Fryderyk Chopin Academy of Music di Warsaw. Sayang tidak disediakan daftar nama rektor-rektor peserta.

Welcome Dinner

Welcome dinner dilakukan outdoor di pelataran chapel. Acara diiringi oleh brass ensemble. Sesuai tradisi Korea, maka itulah saat untuk menyerahkan cinderamata. Acara dilanjutkan dengan fashion show outdoor, dengan rancangan oleh College of Fashion Keimyung University, Dalian Light Industry University China, Polimoda Internatial Institute Italy, dan Japan Bunka Women's University. Perlu diketahui bahwa kota Daegu terkenal sebagai pusat industri garmen. Hari itu ditutup dengan resepsi makanan atau lebih tepatnya jajan khas Korea, dengan beberapa toast.

Hari kedua dimulai dengan campus tour, lalu meninjau University Museum yang baru diresmikan. Di dalamnya ada banyak arsip dan artifak sejarah Korea maupun Alkitab kuno. Acara puncak adalah Kebaktian dan Seremoni. Kapelnya indah, besar, memiliki pipe organ, dan berfungsi juga sebagai auditorium. Kebaktian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan pada dosen dan pegawai yang lama, maupun pemberian 2 gelar Dr. Honoris Causa, dilanjutkan dengan sambutan dari Dewan Pengurus maupun Wakil gereja Presbyterian.

Pengantin Wanita Tradisional Korea

Lunch dimulai dengan toast dari cucu pendiri Keimyung, Mr Adams, dan yang kedua dari saya selaku ketua ACUCA. Selama lunch diiringi oleh string quartet. Acara dilanjutkan dengan peresmian Cultural Village, yaitu perkampungan tradisional yang dibangun di dalam kampus. Acara menarik selanjutnya adalah menyaksikan upacara pernikahan model Korea tradisional, termasuk pengantin pria naik keledai dan digojlok oleh keluarga pengantian wanita.

Pada hari kedua tersebut saya bertemu dengan seorang dosen Teknik Sipil, PhD dalam bidang Environment yang mengepalai Nakdonggang Environmental Institute. Dia menawarkan beasiswa kalau ada dosen Teknik Sipil Petra yang mau mengambil S3 di bidangnya.

Hari ketiga mestinya cara tour ke Gyeong Ju, tapi karena saya sudah harus kembali maka saya makan pagi bersama Dr. Ick-Keun Oh, Dean of International Center, mencari kemungkinan-kemungkinan kerjasama. Dr. Oh alumni Amerika, pernah memberi ceramah tentang pariwisata di Jogja. Dia menawarkan beasiswa S3 untuk dosen Pariwisata, dengan syarat harus bisa mendengar dan baca bahasa Korea. Living Cost akan diusahakan dalam bentuk assistantship. Perlu dicatat bahwa September dia akan cuti sabbatical selama 1 tahun di almamaternya, Wisconsin.

Demikian laporan saya, semoga informasi yang telah didapat bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan UK Petra.

*Penulis adalah rektor Universitas Kristen Petra

Mengajak Mahasiswa untuk Peduli terhadap Sesama

Bulan Pengabdian Masyarakat UK Petra

Digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dalam rangka Bulan Pengabdian Mayarakat (BPM) yang diselenggarakan selama bulan Mei. Kegiatan pengumpulan dana untuk masyarakat yang tidak mampu ini baru pertama kalinya dilakukan. Selama ini, banyak sekali kegiatan amal yang dilakukan oleh BEM, tapi kegiatan kali ini adalah yang terbesar. Pengumpulan dana sudah dimulai pada awal Mei dengan mengedarkan kotak amal di seputar kampus. Kegiatan dilanjutkan dengan bazar yang berlangsung 10-16 Mei di selasar gedung P.

Puncak acaranya konser Glenn Friedly (25 Mei) di Auditorium UK Petra. Acara yang dikemas sangat menarik ini berbentuk Charity Night yang hasil penjualan tiketnya akan disumbangkan kepada masyarakat tidak mampu. Acara malam itu dibuka dengan sambutan dari ketua BEM UK Petra, Roy Setiawan. Dalam sambutannya, Roy memberikan gambaran tentang orang yang peduli akan sesamanya. Acara yang diberi tema 'Everyday is Valentine' ini diisi dengan penampilan break dance oleh Scracth Dance Factory dan modern dance oleh UKM Tari UK Petra. Puncak acara malam itu diawali oleh penampilan band pembuka, Waffel yang menyanyikan empat lagu.

Penampilan Glenn Fredly yang membawa enam personil band yaitu Tommy (keyboard), Rejoz (perkusi), Barry (bass), Hendry (gitar), Tius (DJ) dan Nyong (drum) mampu membuat penonton terpesona. Membawakan 12 lagu hitsnya, Glenn membawa pesan khusus malam itu. "Dengan cinta, semua perbedaan tidak akan menjadikan kita bermusuhan," ucapnya disela-sela penampilannya. Acara BPM yang mengambil tema Where the love is, There is life ini diakhiri dengan penyerahan bantuan ke daerah Jembatan Merah dan Lontar. Sebelumnya panitia acara ini sudah melakukan survei dan menganggap kedua daerah ini adalah daerah yang pantas mendapatkan bantuan. Acara penyerahan bantuan dilakukan Minggu (30/5). Bantuan yang diserahkan berupa beras, gula, mie instan dan bahan pokok lainnya untuk 200 kepala keluarga dan susu untuk 100 anak. Saat ditemui Dwipekan, Grace, ketua acara mengatakan bahwa acara seperti ini akan terus dilakukan tetapi dengan format lain. "Acara seperti ini akan dapat menumbuhkan kepedulian teman-teman terhadap sesama, " pungkas mahasiswi Teknik Industri ini.

Dilaporkan oleh Fanny