Berita Utama
Pemenang IAku Ada Untuk Surabaya
Made Vera Kristianti
Universitas Kristen Petra
In Memorial
Anggota Dewan Penyantun YPTK Petra
21 Mei lalu, UK Petra kehilangan seorang anggota Dewan Penyantun YPTK
Petra, Ferry Teguh Santosa. Untuk membuat tulisan ini, Dwipekan mewawancarai
Prof. Dr. Thomas Santosa, sekretaris eksekutif YPTK Petra.
"
Sejak menjadi anggota di Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Petra (YPTK
Petra), almarhum Ferry telah memberikan banyak sekali kontribusi bagi
Universitas Kristen Petra. Almarhum memulai karirnya di UK Petra sebagai
anggota Dewan Penyantun YPTK Petra sejak 1973. Tahun 1991 beliau diangkat
menjadi ketua Dewan Penyantun sampai tutup usia pada 21 Mei 2004 lalu.
Dikenal sebagai sosok yang sangat serius dalam menekuni di bidangnya,
almarhum Ferry telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi UK
Petra. Bersama Radius Prawiro, almarhum turut berjasa dalam pembangunan
Auditorium UK Petra.
Selain itu, almarhum...
Seputar
35 Tahun pengabdian Jonathan Sutrisno di UK Petra
“SAKIT JANTUNG, BUKAN HALANGAN”
35 tahun sudah Jonathan Sutrisno mengabdikan hidupnya bekerja di Universitas Kristen Petra. Namun di tahun ini, ia harus mengakhiri masa kerjanya sebagai staf Tata Usaha (TU) di Jurusan Sastra. Pak Tris - sapaan akrab Jonathan Sutrisno memulai karirnya di UK Petra pada 1971 di bagian universitas. Tapi tidak sampai satu tahun Pak Tris di pindah di bagian TU Jurusan Sastra Inggris. Karir Pak Tris berlanjut di TU Fakultas Sastra bersamaan dengan dibukanya Jurusan Sastra Tionghoa. "Saya sangat senang berkerja di sini, banyak sukanya dibanding dengan dukanya. Apalagi saya juga sangat menyukai pekerjaan di bidang administrasi," ujar bapak yang bertempat tinggal di Siwalankerto. Meskipun jarang mengalami...
Agenda
ILC FILM SHOW
June 2,2004 13:30-15:3
Erin Brokovich
The true story of a twice-divorced, college drop-out (Julia Roberts) with three young children and a brash manner who struggles to be taken seriously. While...
Editorial
Menjadi pemimpin ideal memang mudah secara teori. Untuk mewujudkannya dibutuhkan
motivasi dan komitmen yang kuat. Dan negara Indonesia membutuhkan dan
merindukan seorang pemimpin.
Tapi pemimpin pun memiliki banyak karakter. Servant leadership atau pemimpin
yang melayani, itu yang dibutuhkan di zaman sekarang. Paradigma tipe pemimpin
di perusahaan-perusahaan pun bergeser ke arah servant leadership.
Dan kita harus memulainya dari diri sendiri. Sebab kita adalah seorang
pemimpin, minimal pemimpin bagi diri kita sendiri. Akankah kita mewujudkan
pemimpin ideal bagi diri sendiri?
Renungan
Known by Their Fruits
Allah menghendaki supaya setiap orang percaya yang mengaku bahwa ia pengikut
Kristus...
lanjutan...