Terkini

Perencanaan Gedung P1 dan P2 UK Petra: Penerapan Konsep Green Building & Energy Saving

Bangunan merupakan salah satu shelter bagi manusia untuk menghindari ketidaknyaman alam seperti teriknya matahari, hembusan angin dan turunnya hujan. Lantas bagaimana kalau kekuatan alam justru dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna bagi banyak orang ? Inilah yang tengah diupayakan oleh UK Petra melalui pembangunan gedung P1 dan P2 yang letaknya persis di belakang gedung P Kampus Timur. Seperti apakah gedung P1 dan P2 itu?

“Energi semakin lama akan menjadi barang mahal. Oleh karenanya penting bagi kita untuk melakukan penghematan. Nah... inilah yang menginspirasi pembangunan gedung P1 dan P2. UK Petra harus mempelopori hemat energi.”, ungkap Pdm. Yos Handarto Poernomo, M.A selaku ketua tim Master Plan. Yos menuturkan, bangunan ini nantinya akan hemat sampai 65 % bila dibandingkan dengan asupan energi di gedung P yang saat ini mencapai 125 kwh/m˛/tahun. Angka ini sebenarnya sudah termasuk hemat sebab sebenarnya sebuah gedung dinyatakan hemat energi bila rata-rata penggunaan energinya mencapai 200 kwh/m˛/tahun. Tak hanya hemat energi saja akan tetapi bangunan baru ini akan mencoba memenuhi setiap kebutuhan mahasiswa seperti kelas yang nyaman, student lounge, taman, laboratorium dan fasilitas lainnya.

Rektor UK Petra, Prof. Ir. Rolly Intan M.A.Sc., Dr.Eng., menambahkan “Pembangunan kedua gedung ini mempunyai bentuk yang unik dengan struktur yang terlihat miring membentuk huruf “V”, harapannya dapat dijadikan icon kota Surabaya sebagai percontohan gedung berkonsep green building”.

Gedung P1 ini nantinya akan terletak di sisi utara dengan ketinggian mencapai 12 lantai yang akan di tempati oleh Fakultas Seni dan Desain (FSD). Sedangkan untuk gedung P2 akan terletak di sisi selatan dengan 10 lantai yang akan di tempati oleh Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM), Fakultas Sastra (FS) dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Apa saja fasilitas yang ada di gedung yang baru ini? Pada lantai basement, akan dipusatkan laboratorium jurusan Sipil (antara lain beton dan konstruksi, lalu lintas dan transportasi), Mesin, Otomotif, Elektro, Industri, dan FSD (mebel, bahan, dan cetak grafis). “Sengaja dibangun jauh dari ruang perkuliahan agar tak mengganggu proses belajar mengajar dan memudahkan akses keluar-masuk penggunaan bahan dan alat-alat berat”, urai Timoticin Kwanda, B.Sc.,MRP selaku perencana tim master plan.

Tak hanya itu saja, di lantai satu dan dua akan di bangun lahan parkir yang mampu menampung kurang lebih 430 mobil. Di lantai tiga akan dibangun fasilitas umum seperti kantin, toko buku dan exhibition room yang nantinya akan dikenalkan dengan nama Petra Plaza. Lantai empat akan berisi ruang kelas dengan beragam tipe kapasitas ruang. Lantai lima ke atas akan disiapkan untuk ruang dekan, ketua jurusan, dosen, laboratorium bahasa, kelas teater dan studio (DKV, interior, radio dan TV). Bersamaan dengan pembangunan ini akan dibangun juga sebuah auditorium yang dapat menampung sekitar 3000 orang serta ruang multifungsi yang digunakan sebagai indoor sport center.

Lalu dimanakah letak hemat energinya? Ir. Jimmy Priatman, M Arch., arsitek atau perancang gedung inipun menuturkan, “Manusia pada dasarnya dapat memanfaatkan potensi alam yang ada. Kalau kita hitung-hitung, selama 12 bulan, ada empat bulan dimana manusia bisa memanfaatkan potensi alam. Jadi tak perlu menyalakan pendingin ruangan atau penerangan”. Gedung P1 dan P2 sengaja dirancang dengan bentuk massa memanjang ke arah timur-barat dan berselipan sehingga menyisakan lorong yang bisa digunakan sebagai ruang untuk udara atau angin mengalir. Angin yang mengalir ini akan menyusup ke kedua gedung karena dua bangunan tersebut akan dilengkapi dengan ventilasi alami sebagai akses aliran angin. Pada saat menyelusuri ruang, sivitas tidak akan merasa mudah gerah walau berada di luar kelas. Dua gedung tersebut juga tidak dibuat tegak lurus namun agak miring ke arah utara dan selatan. Posisi demikian memungkinan tiap lantai tidak menyerap sinar matahari secara langsung sehingga meminimalkan beban AC.

Ada lagi yang istimewa, di atap bangunan auditorium akan ditanami beberapa pohon peneduh sebagai sumbangsih pengurangan temperatur kota. Ruang tersebut bisa dimanfaatkan oleh sivitas untuk diskusi ataupun sekedar mengobrol dan bersantai. Harapannya gedung ini menjadi salah satu bentuk komitmen UK Petra terhadap lingkungan hidup. Tiang pancang pembangunan seluas 51.000 m2 ini akan dimulai pada bulan Mei 2012 dan pembangunan akan memakan waktu sekitar dua tahun lamanya”, ungkap Ir. Handoko Sugiharto, M.T selaku sekretaris tim Master Plan.

Inggrit / Ajeng